Ads - After Header

Rumah Adat di DKI Jakarta: Keindahan dan Kekurangannya

Semesta

Selamat Datang, Pembaca rinidesu.com!

DKI Jakarta, ibukota Indonesia, memang kota megapolitan yang modern dan mengagumkan. Namun, di tengah gemerlapnya perkotaan, keberadaan rumah adat di Jakarta juga patut diapresiasi. Rumah adat di Jakarta memiki keunikan tersendiri yang dapat memikat setiap mata yang melihatnya. Namun, seperti halnya objek wisata lainnya, rumah adat di Jakarta juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diketahui. Pada artikel ini, kami akan membahas secara detail tentang rumah adat di DKI Jakarta.

Apa Itu Rumah Adat di DKI Jakarta?

Rumah adat di DKI Jakarta merupakan rumah yang dibangun dengan ciri khas arsitektur tradisional Indonesia. Di setiap daerah di Indonesia tentu memiliki ciri khasnya masing-masing. Pada rumah adat di DKI Jakarta terdapat pengaruh budaya Cina dan Eropa. Terdapat dua jenis rumah adat di DKI Jakarta, yakni Rumah Betawi dan Rumah Kebaya. Rumah Betawi merupakan rumah adat yang banyak ditemukan di kawasan Jakarta Utara. Sedangkan Rumah Kebaya merupakan rumah adat yang banyak ditemukan di kawasan Tangerang.

Ciri Khas dan Keunikan Rumah Adat di DKI Jakarta

Rumah adat di DKI Jakarta memiliki ciri khas atap segitiga yang lebih tinggi di bagian depan dan lebih rendah di bagian belakang. Selain itu, pintu dan jendela memiliki ukuran yang besar dengan ornamen kayu yang indah. Tak hanya itu, rumah adat di DKI Jakarta juga dikelilingi dengan taman yang indah dan dihiasi dengan bunga-bunga yang menawan.

Keunikan rumah adat di DKI Jakarta juga dapat dilihat dari detail ornamen yang unik pada bagian interior rumah. Ruangan rumah adat mengikuti konsep angka lima. Konsep angka lima tersebut ditandai dengan adanya lima ruangan, lima jendela, dan lima pintu. Selain itu, pada tiap sudut ruangan terdapat ukiran kayu yang indah dan memiliki makna filosofis.

Also Read

Bagikan:

Tags

Ads - Before Footer