Ads - After Header

Padat Karya: Peningkatan Produktivitas atau Beban Berlebihan?

Semesta

Pendahuluan

Salam pembaca rinidesu.com, industri yang semakin berkembang memunculkan berbagai macam inovasi demi meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja. Salah satu inovasi adalah sistem padat karya, yaitu sistem kerja di mana karyawan bekerja dalam waktu yang lebih singkat tapi lebih intensif. Padat karya telah diterapkan di banyak negara, dan di Indonesia, sistem kerja ini telah diterapkan sejak tahun 2016. Meskipun sistem padat karya terlihat sangat menjanjikan, tetapi apakah benar-benar meningkatkan produktivitas atau hanya membebani pekerja yang ada?

Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai sistem padat karya, kelebihan dan kekurangan yang terkait, serta jawaban atas pertanyaan-pertanyaan umum mengenai sistem padat karya.

Apa itu Padat Karya? 🤔

Padat karya adalah sistem kerja di mana karyawan bekerja dalam waktu yang lebih singkat dari jam kerja biasa, tetapi lebih intensif. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tanpa harus menambah jam kerja.

Sistem padat karya menentukan bahwa waktu kerja maksimum adalah 8 jam per hari atau 40 jam per minggu, dan tidak boleh lebih dari itu. Bahkan pada bulan Februari 2021 yang lalu, Presiden Joko Widodo telah menegaskan kembali bahwa kebijakan padat karya akan berlaku seumur hidup.

Also Read

Bagikan:

Tags

Ads - Before Footer