Ads - After Header

Adat Kakurung ku Iga Hartina: Kebiasaan yang Penuh Makna untuk Menurunkan Harga Diri

Semesta

Adat Kakurung ku Iga Hartina

Pengantar

Halo pembaca rinidesu.com! Seperti yang kita tahu, setiap daerah di Indonesia memiliki adat dan budaya yang berbeda-beda. Salah satu adat yang masih dijalankan oleh masyarakat Jawa Barat adalah kakurung ku iga hartina. Adat ini memiliki makna yang mendalam dan dianggap penting dalam membentuk karakter manusia yang baik.

Pada kali ini, kita akan mengupas tuntas mengenai adat kakurung ku iga hartina, mulai dari penjelasan, kelebihan dan kekurangan, tabel informasi lengkap, hingga FAQ tentang adat ini. Baiklah, langsung saja kita mulai.

Pendahuluan

Adat kakurung ku iga hartina adalah salah satu adat yang masih dilestarikan oleh masyarakat Jawa Barat. Kebiasaan ini dilakukan sebagai bentuk ekspresi rasa cinta kasih dan penghargaan kepada orang tua atau orang yang lebih tua. Kata “kakurung” berasal dari bahasa Sunda yang artinya “memeluk,” sedangkan “iga hartina” berarti “tulang rusuk yang berharga.”

Adat ini dilakukan dengan cara memeluk tulang rusuk bagian samping seseorang yang lebih tua atau orang yang dipandang penting. Memeluk ini dapat dilakukan baik oleh laki-laki maupun perempuan. Selain itu, adat kakurung ku iga hartina juga sering disebut sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi orang yang meninggal dunia.

Also Read

Bagikan:

Tags

Ads - Before Footer