Ads - After Header

Jelaskan Konflik Yang Terjadi Antara Kaum Padri dan Kaum Adat

Semesta

Jelaskan Konflik Yang Terjadi Antara Kaum Padri dan Kaum Adat

Pembukaan – Konflik Sejarah yang Mengguncang Tanah Minangkabau

Halo pembaca Rinidesu.com, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang konflik yang terjadi antara kaum Padri dan kaum Adat yang terjadi di Tanah Minangkabau pada abad ke-19. Konflik yang terjadi kala itu begitu hebat dan menimbulkan iklim ketidakamanan pada masyarakat setempat.

Konflik Padri dan Adat terjadi pada masa kolonialisme Belanda di Indonesia. Pada saat itu, Belanda menempatkan seorang residen yang bernama De Greeve untuk memimpin Minangkabau. De Greeve kemudian menciptakan dua kelompok yang bertentangan dan saling bersaing di Minangkabau, yaitu kelompok Padri dan kelompok Adat. Konflik ini terjadi antara tahun 1821 hingga 1838.

Pada masa itu, keadaan politik di Minangkabau sangat tidak stabil. Terdapat pihak yang ingin modernisasi dan menerima pengaruh Barat, yaitu kaum Padri. Sementara itu, ada pihak yang ingin mempertahankan adat dan budaya leluhur, yaitu kaum Adat. Kedua kelompok ini memiliki visi dan misi yang berbeda, hingga akhirnya terjadi konflik yang memakan banyak korban.

Kelebihan dan Kekurangan Konflik Padri dan Adat

Kekurangan Konflik Padri dan Adat

Konflik Padri dan Adat membawa dampak buruk bagi masyarakat Minangkabau pada masa itu. Berikut beberapa kekurangan konflik yang terjadi:

Also Read

Bagikan:

Tags

Ads - Before Footer