Pengertian Adverbia Frekuentatif dan Adverbia Modalitas

  • Whatsapp
Adverbia Frekuentatif
Adverbia Frekuentatif

Pengertian Adverbia Frekuentatif dan Adverbia Modalitas

 

 

Adverbia Frekuentatif – Dalam bahasa Indonesia kita pasti pernah mendengar tentang istilah adverbia. Singkatnya, adverbia merupakan kata keterangan yang memberikan keterangan untuk kata lain, seperti verba dan adjektiva, dan bukan merupakan nomina. Adverbia dalam bahasa Indonesia bisa berupa tunggal dan gabungan.

Adverbia tunggal berupa kata dasar, berupa kata afiks, kata ulang, sedangkan gabungan bentuk dari adverbia tidak berdambingan satu dengan lainnya. Adverbia terdiri dari beberapa jenis. Jenis adverbia yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia terdiri dari adverbia kualitatif, kuantitatif, frekuentatif, modalitas, limitatif, kewaktuan, konstratif, keinginan, dan keniscayaan.

Dalam pembahasan kali ini, kami akan fokus membahas tentang adverbia frekuentatif dan adverbia modalitas saja, seperti apa yang telah kami tulis dalam judul. Berikut merupakan pembahasan selengkapnya mengenai adverbia frekuentatif dan adverbia modalitas.

Pengertian Adverbia Frekuentatif dan Contohnya

Adverbia frekuentatif adalah kata keterangan yang lebih mengarah/menggambarkan kepada makna berhubungan dengan tingkat kekerapan terwujudnya suatu kejadian yang diterangkan dalam adverbia itu. Seperti contoh, kata biasanya, selalu, sering, jarang, kadang-kadang, sebagian besar waktu. Pada intinya, adverbia frekuentatif merupakan kalimat yang menyatakan makna tentang hubungan dengan kekerapan. Lebih jelasnya, berikut akan kami berikan contoh penggunaan adverbia frekuentatif dalam sebuah kalimat.

  • Keluarga kami selalu menyempatkan diri untuk makan bersama-sama.
  • Dian sering lupa akan hari ulang tahunku.
  • Mereka sudah jarang
  • Kadang-kadang, saya kagum dengan kelebihanmu itu.
  • Kadang-kadang, dia menyakiti hatiku ketika berbicara.
  • Saya sering mendapat masalah ketika praktikum.
  • Dia jarang menyikat gigi sehingga membuat giginya sakit.
  • Ibu sering membawa makanan setiap pulang dari pasar.
  • Kadang-kadang kakak membelikanku jajan saat pulang dari kuliah.
  • Keluarga kami selalu mudik saat liburan hari raya.
  • Aku dan teman-teman sering bermain sepak bola di taman setiap sore hari.
  • Kadang-kadang, ibu memasak makanan lezat.
  • Adik jarang mandi kalau pergi sekolah.
  • Fandi terlihat jarang berkumpul dengan teman-temannya.
  • Keluarga kami sering mengadakan makan besar saat hari raya.
  • Beliau sering menghabiskan waktu berkumpul bersama keluarganya.
  • Noval kadang-kadang menangis mengingat ibunya.
  • Rumah Dian sering kebanjiran jika hujan deras.
  • Keluarga kami jarang makan sayur karena tidak begitu suka.
  • Dian jarang tersenyum ketika bertemu dengan temannya.

Itulah dia beberapa contoh penggunaan adverbia frekuentatif dalam sebuah kalimat. Jadi, dari melihat contoh di atas kalian pasti akan memahami bahwa adverbia frekuentatif adalah kata yang memberikan keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif, atau kalimat yang menjelaskan kekerapan dan tindakan yang berulang-ulang atau sering dilakukan.

Setelah kalian memahami pengertian dan contoh penggunaan adverbia frekuentatif. Berikut juga telah kami sediakan pembahasan lengkap mengenai adverbia modalitas beserta dengan contohnya juga.

Pengertian Adverbia Modalitas dan Contohnya

Ketika membaca sebuah teks, tidak jarang kita menemukan adverbia modalitas dalam kalimat tersebut. Penggunaan adverbia modalitas pasti pernah kita jumpai ketika membaca sebuah teks atau kalimat. Adverbia modalitas adalah suatu uraian kalimat  yang menunjukkan pembahasan mengenai pernyataan, keinginan, sikap, perasaan tentang keadaan atau perbuatan, dan lain sebagainya. Pada intinya, Adverbia modalitas menunjukkan sikap si pembicara terhadap hal-hal yang dia bicarakan terhadap audien, lingkungan, atau gabungan dari kedua hal itu sendiri. Lebih jelasnya, berikut akan kami berikan contoh penggunaan adverbia modalitas dalam sebuah kalimat.

1. Penggunaan Dalam Kalimat yang Mengandung Rasa Kepastian

  • Kamu semua tentu akan mendukungmu dalam meraih juara satu bulutangkis nasional.
  • Siswa kelas 10 IPA sungguh melakukan hal yang tidak terpuji itu.
  • Jangan khawatir, saya pasti akan datang dalam rapat nanti.

2. Penggunaan Dalam Kalimat yang Mengandung Rasa Pengakuan

  • Apa yang kamu lihat tentang aku, itulah aku yang sebenarnya.
  • Ternyata benar, dia adalah seorang dept kolektor.
  • Ya, memang benar aku adalah seorang manager bank.

3. Penggunaan Dalam Kalimat yang Mengandung Rasa Rakjub/Heran

  • Mustahil rasanya anak nakal itu bisa diangkat menjadi manager perusahaan.
  • Astaga, benarkah dia membantai seluruh tikus di rumah itu?

4. Penggunaan Dalam Kalimat yang Mengandung Rasa Sangsi/Keraguan

  • Tadi, saya melihat Andi pergi tergesa-gesa, barangkali dia sedang sibuk melakukan sesuatu.
  • Sudah sebulan ini saya tidak mendapatkan kabar tentang dia, entah apa yang terjadi padanya.
  • Belum ada konfirmasi dari dosen pengajar, mungkin jadwal hari ini akan ditunda beberapa waktu kedepan.

5. Penggunaan Dalam Kalimat yang Menunjukkan Harapan

  • Semoga kalian semua datang di acara ulang tahunku nanti.
  • Apa yang sudah dia janjikan padaku, mudah-mudahan dia tidak melupakannya.
  • Kami telah berkali-kali gagal mengunjunginya, moga-moga kali ini dia sedang tidak sibuk di rumah.

6. Penggunaan Dalam Kalimat yang Menunjukkan Larangan

  • Kamu jangan menghakimi orang sembarangan, biarkan kami sebagai polisi yang berwenang melakukan tugas kami.
  • Ketika masuk ke kantor, kamu tidak menggunakan jaket.

7. Penggunaan Dalam Kalimat yang Menunjukkan Sebuah Ajakan

  • Mari kita ikut serta dalam acara jalan-jalan sehat di kantor kecamatan.
  • Ayo, segera kerjakan tugasmu sebelum waktu pengumpulan tiba.

Itulah dia beberapa contoh penggunaan adverbia modalitas dalam sebuah kalimat. Jadi, dari melihat contoh di atas kalian pasti akan memahami bahwa adverbia modalitas adalah kata yang memberikan keterangan pada kalimat yang menjelaskan pernyataan, keinginan, sikap, perasaan tentang keadaan atau perbuatan, dan lain sebagainya.

Nah, jadi itulah dia sekilas pembahasan mengenai adverbia frekuentatif dan modalitas yang telah kami rangkum dalam artikel ini. Demikianlah pembahasan artikel ini kami buat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian. Terimakasih

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *